Sunday, November 28, 2004

Emotional Branding

Kira-kira 2 bulan lalu, saya dan beberapa teman ti itb 2000 sedang jalan-jalan ke Black Cofee Bar di Plaza Dago. Kami berbincang sambil menikmati cofee yang ditawarkan. Tukang sulap tiba-tiba mendatangi meja kami dan mempertontonkan atraksi sulap. Saya pikir dia juga pengunjung, ternyata pegawai khusus yang digaji bar tersebut untuk menghibur pengunjung. Ketika akan pulang, mata saya tertarik dengan beberapa foto yang dipajang di dinding bar tersebut. Saya amati dan barulah saya mengerti ternyata foto-foto tersebut secara singkat menceritakan sejarah kopi. Cara-cara inilah yang banyak dipakai perusahaan sekarang ini untuk mengikatkan diri secara emotional dengan konsumennya.

Selama bulan puasa sampai Lebaran kemarin, saya banyak menonton televisi. Maklum pengangguran, jadi bingung harus berbuat apa. Saya terkesan dengan salah satu iklan perusahaan rokok di Indonesia. Di iklan tersebut diceritakan seorang pemuda yang sedang mengendarai motor. Tiba-tiba ada mobil yang mendahului. Air bercampur lumpur menciprat wajah sang pemuda. Seperti tidak terjadi apa-apa, mobil berlalu. Gaung bedug berbunyi dan ketika sampai di sebuah pondokan untuk sholat, sang pemuda bertemu dengan gerombolan pengendara mobil. Mereka sedang asyik makan. Sang pemuda marah? Ternyata tidak. Sang pemuda sholat dan ketika akan segera meninggalkan pondokan, sang pemuda terkesima karena buah korma yang dia tinggalkan di atas motornya telah dimakan habis oleh gerombolan pengendara mobil. Padahal sang pemuda baru mencicipi 1 buah korma untuk membatalkan puasanya. Adegan ditutup dengan ekspresi sang pemuda ketika sedang menyaksikan lampu mobil yang menjauh meninggalkan pondokan.

Selama iklan berlangsung, telinga kita dimanjakan oleh alunan suara Ebiet G. Ade. Seperti ini liriknya :
Tubuhku terguncang dihempas batu jalanan
Hati tergetar menambah kering rerumputan
Banyak cerita yang mestinya kau saksikan
Di ladang kering bebatuan
Perjalanan ini terasa amat menyakitkan
Sayang engkau tak duduk di sampingku kawan
Menggugah? Bagi saya iklan tersebut jelas menggugah. Apakah dalam iklan tersebut terdapat informasi tentang rokok? Saya rasa tidak. Kadangkala perusahaan bukan hanya menjual produk, tetapi juga menjual emosi yang sengaja diciptakan ( create ).

Kemudian apakah konsumen hanya menikmati kopi di Black Cofee Bar atau rokok karena iklan menggugah tersebut? Saya rasa tidak. Mereka menikmati nilai emosi yang diciptakan pemasar. Konsumen seperti inilah yang disebut Rolf Jensen sebagai dream society. Dan perusahaan-perusahaan saat ini banyak menggunakan emotional branding dalam menciptakan nilai emosi sebagai tambahan dari nilai fisik sebuah produk.

Emotional Branding dimulai tahun 2001, ketika Marc Gobé merilis bukunya berjudul Emotional Branding: The New Paradigm for Connecting Brands to People (Allworth Press, 2001). Metode ini juga telah diterapkan di banyak perusahaan besar yang memiliki brand equity raksasa seperti Coca-Cola, AOL, Godiva, Victoria's Secret and Estée Lauder.

Link :
www.emotionalbranding.com


Be Yourself

Saya tersentak ketika membaca puisi ini…

Jika Anda berjuang dan mendapatkan apa yang Anda mau
Dan dunia membuat Anda menjadi raja sehari
Pergilah ke kaca dan tataplah dirimu
Dengarkan apa yang dikatakan oleh orang dalam kaca

Ia bukanlah bapak, ibu atau istri
Yang selalu harus berpihak kepadamu
Orang yang sangat berpengaruh terhadap dirimu
Adalah orang yang menatapmu di kaca tersebut

Ia adalah orang yang harus Anda layani
Karena ia dan Anda yang menjalani sampai akhir
Dan Anda telah berhasil melalui ujian terberat dan paling berbahaya
Jika Anda dan orang dalam kaca tersebut berhasil menjadi teman

Anda bisa saja menipu seluruh dunia
Serta membuat semua orang bertepuk tangan
Namun yang Anda dapat hanyalah sakit hati dan air mata
Jika Anda menipu orang di dalam kaca.

Menjadi diri sendiri memang sulit, tetapi layak dicoba.

Intimacy with Friends

Ada satu kata yang sangat saya sukai ketika mendengarnya beberapa tahun lalu di gereja.

Kata itu adalah ’intimacy with God’.

It means that we always try to be close to God. We take step to be closer everyday, and everyday.

Nah... konsep itu bisa dipakai untuk membina hubungan dengan manusia. Beberapa bulan ini saya begitu terkesan dengan arti persahabatan. Saya hidup selama hampir 20 tahun, tapi tidak tahu arti persahabatan. Tidak menciptakannya. Tidak merasakannya. Tidak membinanya.

And didn’t take action to have intimacy with friends.

Sekarang saya tahu betapa berharganya sahabat di dunia ini. Sahabat bisa jadi seseorang yang paling penting di dunia. Sahabat bisa jadi orang yang mengetahui kita, bahkan lebih daripada keluarga kita sendiri. Kita merasa aman untuk menceritakan apapun tanpa takut dihakimi.

Saya menyesal baru membangun persahabatan akhir-akhir ini…

Hari ini banyak teman-teman seperjuangan di ITB meninggalkan Bandung. Satu per satu pergi dan jauh dari jangkauan. Yang paling berat adalah katika saya sendiri akan pergi, karena lebih banyak lagi yang akan ditinggalkan. Saya akan masuk ke dalam keadaan di mana sahabat-sahabat yang biasanya menemani, ngobrol dan becanda menjadi tidak ada lagi.

But life must go on! I’ll create friendship again… Berusaha untuk memiliki intimacy with friends…

Saturday, November 27, 2004

Bible Teaching

Have just come to bible teaching about ‘How to Live in a Stress-Filled World’ by Mr. Hia Chek Phang from Singapore. He taught how to be joyful in the world that so many things can make us down. And he took Elijah story, start from unwell-known person until became a prophet for God. ( I Kings 17-19, Jake 5:17-18 )

The real, real battle in Elijah Story is when he felt afraid of Isobel, when he’s just killed 450 Baal’s Prophets on Carmel Mount. It was a war in his heart, his soul.

Something that makes us depressed is our self. We can be stress or depressed by our self… We don’t need other people to stress us out! It’s about us, not the other people.

The most important thing I got from this teaching is…

‘God is not interested in our public service but in our private relationship with Him’