Friday, December 03, 2004

Aku berpijak, tapi tak kutahu di mana Aku berpijak
Kebimbangan mencekamku, menyerangku dan siap memakan aku
Aku terhimpit udara yang menyesakkan nafasku,
dan hampir aku tidak mampu bernafas lagi
Aku takut dan gentar!
Aku bingung dan menjadi seperti orang bodoh
Aku bosan dan merasa jemu
Aku lesu! Aku letih!

Diriku sendiri yang meremukkan aku
Aku berjuang melawan diriku sendiri,
dan Aku dikalahkan oleh diriku sendiri

Aku tenggelam. Semarakku sirna. Tiada tempat bagiku untuk bertumpu

Aku terperosok amat dalam
Aku sengsara
Tubuhku kehilangan tenaga dan remuk redam Aku!
Keluh keluar dari mulutku
Kering bibirku karena panas matahari menghanguskanku
Sinar mataku dan cahaya wajahku tidak ada lagi
Semuanya bagai kekelaman tanpa ujung

Aku malu terhadap lawan-lawanku
Mereka mengelilingiku dan mengolok-olokku

Aku mengharapkan belas kasihan, tapi tiada yang menghampiriku
Aku tertindas oleh diriku sedniri
Aku kesakitan dan menantikan pertolongan

Ketika segala sesuatu tampak berlawanaan denganku, dan membawaku kepada keputusasaan, Aku tahu ada satu pintu terbuka bagiku dan ada satu telinga mendengarku


"Untuk semua yang memberikan cinta kepadaku. Itulah kekuatanku"

No comments: