Wednesday, December 08, 2004

Emosi Membutuhkan Katup Sebagai Pelepas

Beberapa bulan lalu saya menyadari bahwa hidup membutuhkan emosi. Sebelumnya saya selalu berusaha untuk mengingkari emosi yang sedang bergejolak dan yang ingin keluar dari hati. Tapi kegagalan beberapa bulan lalu membuat saya sadar bahwa hidup membutuhkan emosi dan saya butuh untuk mengekspresikan apa yang ada di dalam hati saya.

Hidup selama hampir 4 tahun dengan kesibukan luar biasa membuat saya selalu menggunakan rasio, dan mematikan emosi saya. Saya tidak punya banyak waktu untuk diri saya sendiri. Ketika kegagalan terjadi, barulah saya sadar bahwa kehidupan saya sangat tidak seimbang. Dan emosi saya keluar, tanpa bisa ditahan-tahan lagi.

Saya percaya bahwa emosi membutuhkan katup sebagai pelepas. Seringkali kita berusaha untuk menolak emosi yang akan keluar dari hati, dan hal itu menutup katup yang sebenarnya terbuka setiap hari, ketika kita mengalami berbagai hal setiap harinya.

Sejak saat itu, saya lebih toleran terhadap sang emosi yang ingin keluar dari hati. Dan hidup terasa lebih mudah, karena saya membiarkan katup emosi tersebut terbuka.

No comments: